7 Kebiasaan Buruk yang Merusak Diet




Kebiasaan Buruk yang Merusak Diet 

Rumahayu.Com Anda berusaha menurunkan berat badan, tapi gagal? Kemungkinan kebiasaan buruk Anda yang membuat diet gagal karena kebiasaan lama yang sulit dihilangkan. Untuk menurunkan berat badan dalam jumlah yang cukup dan permanen, maka mutlak perlu menghilangkan kebiasaan yang menyebabkan berat badan naik.

Hanya mengubah cara makan Anda tidak akan membantu. Anda harus pikirkan prioritas Anda dan bersedia membuat perubahan fundamental pada pola makan dan cara makan Anda. Untuk meringankan transisi, kebiasaan-kebiasaan buruk harus diganti dengan kebiasaan-kebiasaan baik yang bisa dilakukan dengan mudah. 

Berikut kebiasaan buruk yang bisa menghambat penurunan berat badan dan harus diubah.
  • Tidak Makan Sarapan
Sarapan adalah makanan terpenting untuk mengawali hari. Ketika kita bangun pagi, sebagian besar dari kita tidak makan selama 10-12 jam dan bisa menyebabkan kadar gula rendah. Sebagai efek tidak makan sarapan bisa dipastikan menyebabkan Anda akan makan snack disepanjang hari sebagai upaya untuk meningkatkan kadar gula darah dan energi. Kemungkinan makanan yang nanti Anda konsumsi bisa berupa makanan tinggi kalori dan tinggi lemak seperti donat, muffin atau cookies yang berguna untuk menambah gula yang diperlukan tubuh.

Penting untuk tidak melewatkan sarapan. Riset secara konsisten menunjukkan bahwa orang-orang yang makan sarapan justru makan kalori lebih sedikit perhari dan lebih sukses dalam menurunkan berat badan dibanding orang yang tidak makan sarapan. Selalu awali hari Anda dengan sarapan.
  • Makan Secara Terus Menerus
Kaum remaja seringkali makan terus. Setiap kali melewati kulkas, mereka akan membukanya. Untungnya, pertumbuhan mereka yang cepat, tingkat aktifitas tinggi perlu intake kalori tinggi secara terus menerus pula. Sayangnya kebiasaan makan terus ini bisa terbawa ke masa dewasa yang berakibat ke garis pinggang dan kesehatan. 

Makan beberapa keping kacang, sejumlah kue kering, segelas jus tampak tidak berbahaya. Padahal sebenarnya Anda menambahkan beberapa ratus kalori ekstra. Ini bisa menambahkan lebih dari 20 pon ekstra kalori dalam setahun.
  • Jangan Makan Secara tak Sadar
Seringkali kita mulai ngemil semangkuk keripik atau kacang-kacangan, sekotak kue kering sambil nonton TV, baca buku atau bicara via telepon. Lalu mendadak sadar bahwa kita makan terlalu banyak.

Jangan pernah menganggap makan sebagai aktifitas sampingan. Usahakan fokus ketika makan. Makan meal dimeja makan dan hindari hal-hal yang bisa mengalihkan perhatian seperti TV, komputer, Video Game atau telepon ketika Anda makan snack. Cara ini bisa membantu Anda selalu makan secara sadar dan menyadari secar tepat jumlah makanan yang sudah Anda makan.
  • Jangan Makan Terlalu Cepat
Dr Johnson yang terkenal dari abad 18 mengatakan bahwa makanan harus dikunyah 32 kali sebelum ditelan. Kendati agak berlebihan, kiranya ada kandungan kebenarannya juga. Banyak diantara kita yang cenderung makan terlalu cepat. Perut perlu waktu 20 sampai 30 menit untuk memberitahu otak bahwa perut sudah kenyang. Jika makan Anda cenderung cepat, Anda akan melewati titik dimana Anda merasa sudah kenyang. Solusinya adalah, makanlah secara pelahan, hal ini bisa membuat otak menangkap kesan dari perut.

Kemungkinan ini adalah alasan lain kenapa negara-negara Meditariania mempunyai angka obesitas yang lebih rendah. Mereka makan lebih lama. Bagi mereka, waktu makan adalah untuk keluarga dan teman dan untuk menikmati makanan enak, bukan sekedar mengatasi rasa lapar.

Untuk memastikan Anda tidak makan melebihi selera makan, makanlah secara pelahan dan benar-benar nikmatilah makanan Anda. Letakkan garpu ketika mengunyah. Nikmati setiap cita rasa dan tekstur makanan Anda.
  • Kurang Minum
Kebutuhan tubuh akan air adalah kedua terpenting sesudah oksigen. Lebih dari 70% tubuh kita terdiri dari air dan kita harus minum paling sedikit 8 gelas air perhari. Tapi banyak diantara kita yang tidak meluangkan waktu untuk cukup minum dan menjalani hari dengan dehidrasi ringan. Dehidrasi membuat kita merasa lelah dan lapar yang akhirnya membuat kita mengambil makanan disaat seharusnya kita minum segelas air. Padahal tubuh kita tidak lapar tapi haus. Jadi, pastikan selalu bawa botol yang berisi air minum.

Pastikan Anda minum dalam jumlah yang dianjurkan. Minum secar tepat bisa membantu Anda mengendalikan nafsu makan dan menurunkan berat badan.
  • Hindari Belanja dengan Perut Kosong
Sifat manusia sering terbalik, mendorong mengerjakan sesuatu hal yang tepat diwaktu yang salah. Ketika perut penuh dan kekenyangan Anda jarang ingin beli makanan, tapi ketika lapar belanja makanan tampak sebagai ide yang baik. Padahal tidak. Anda akan mengisi kereta dengan makanan untuk mengisi perut yang lapar.
  • Hindari Konsumsi Makanan yang Mengandung Kadar Gula Tinggi  dan Tinggi Lemak
Seperti yang kita sadari, makanan merupakan bagian tak terpisahkan dari liburan dan perayaan. Contohnya hari perkawinan, hari besar keagamaan dan lain-lain. Kemungkinannya pada acara tersebut banyak makanan yang tinggi gula dan tinggi lemak yang sudah pasti bukan ‘sahabat’ Anda. Makanan tersebut bisa jadi kontributor utama untuk obesitas dan penyakit yang terkait dengan berat badan seperti diabetes dan penyakit jantung.