Cara Efektif Atasi Anak Nakal



Rumahayu.com - Menurut beberapa pendapat psikiater terkemuka, sebutan anak nakal yang disematkan orang tua pada anaknya seharusnya dihindari. Sebutan ini tidak baik untuk anak. Terlebih bila sebutan itu diberikan pada anak yang masih kecil. Anak yang masih kecil tidak akan mengerti kalau disebut nakal. Nakal merupakan suatu pengertian yang abstrak. Jadi ketika kita menasehati anak supaya tidak nakal, anak kadang tidak akan mengerti. lebih baik kita memberikan pernyataan yang konkrit seperti "Jangan memukul adik", "Jangan menonton TV dan belajar setiap hari" Pernyataan yang konkrit seperti ini akan membuat anak lebih mengerti daripada sekedar menyatakan "Jangan nakal ya...!!!"

Dengan menyebut anak kecil nakal, kita sudah memberi label (cap) pada anak tersebut. kita seolah meramalkan anak tersebut menjadi anak nakal. Hal ini sangat mempengaruhi konsep dirinya kelak karena nantinya dia beranggapan dan dapat merasa rugi apabila dia tidak berbuat nakal karena sudah teranjur di "cap" nakal.

Pengertian anak nakal sendiri terkadang berbeda-beda. biasanya anak dibilang nakal karena dia melanggar peraturan dengan sengaja. perilaku nakal ini berkembang selama tahun pertama kehidupannya dan menjadi lebih nyata ketika anak mulai belajar perbedaan antara "ya" atau "tidak".

Ada beberapa tahapan usia yang menonjol terkait perkembangan anak. Pada usia 3 tahun, anak-anak bisa memperlihatkan rasa bersalah yang nyata, tetapi mereka belum mengerti tentang pengertian salah atau benar. Baru pada usia 7 sampai 9 tahun seorang anak baru bisa mulai membedakan salah atau benar dalam peraturan kehidupan sehari-hari.  Hal ini lebih terlihat karena si anak sudah mulai masuk sekolah dan merasakan beberapa aturan dan disiplin yang dia dapatkan dari lingkungan sekolah.

Dari beberapa penelitian menyebutkan bahwa kepribadian seseorang ditentukan oleh 20% nature (genetik atau alam) dan 80% nurture (pola asuh atau lingkungan). Kenakalan anak dari nature atau dari dalam dapat disebabkan oleh faktor biologis misalnya hiperaktif, dimana neurotransmiter dopamin yang berlebihan. Sedangkan faktor dari luar bisa disebabkan karena si anak ingin diperhatikan oleh orangtuanya atau orang lain. 

Kenakalan anak yang sudah terlihat diusahakan harus ditangani secepatnya karena bila tidak, akan berdampak buruk terhadap diri anak dan orang tuanya. Bagi anak, sifat nakal nya itu akan menjadikan dia ditinggalkan atau dimusuhi oleh anak lain hingga menjadikan pergaulan sosial dan prestasi akademik nya menjadi terhambat. Sedang bagi orangtua bisa menimbulkan rasa frustrasi apabila kehilangan kesabaran dalam menghadapi anak yang nakal tersebut.

Bagaimana seharusnya menangani anak nakal? tergantung dari faktor penyebabnya. Apabila kenakalan disebabkan kelebihan hormon neurotransmiter dopamin, tentu penanganannya harus dengan obat supaya zat dopamin tersebut berkurang.

Apabila karena faktor psikologis misalnya anak kurang perhatian, maka orangtua harus mulai berubah. Orangtua mesti berusaha memberikan perhatian pada anak, tidak hanya pada saat anak itu akal tetapi justru pada saat ia berbuat kebaikan. Alhasil anak tidak perlu nakal untuk mendapatkan perhatian dari orangtuanya. Bila penyebabnya faktor lingkungan, maka lingkunganlah yang harus dijaga seperti menjauhkan anak dari anak-anak lain yang berkelakuan nakal.

Selain hal-hal diatas, penanganan atau terapi anak nakal dapat berupa obat-obatan, terapi perilaku dan terapi remedial. Terapi perilaku diberikan pada anak usia sekolah. Prinsipnya dengan memberikan hadiah apabila anak melakukan hal baik. Sebaliknya memberikan hukuman apabila melanggar aturan dan perjanjian.