6 Cara Mudah Mengenalkan Matematika Pada Anak



Rumahayu.Com Untuk menyuruh anak kita mengenal dan mencintai dunia Matematika ternyata mudah. Karena pada hakikatnya gambaran dari alam semesta ini mengajak dan mengajarkan pada anak tentang proses matematis secara natural. Mau tahu kiatnya?
  • Siasati Waku Belajar dan Bermain Bersama Anak
Sebagai orangtua, agar bisa lebih mendekatkan diri bersama anak dengan jalan belajar dan bermain bersama anak adalah ketika situasi tidak terlalu formal. Belanjaan atau gantungan baju dan cucian bisa juga digunakan untuk memulai proses belajar Matematika dasar pada anak. Waktunyapun bisa diatur kapan saja sesuai waktu luang kita; tergantung pula situasi dan apa yang ada pada pikiran kita saat itu. Pada dasarnya, anak-anak pun suka kejutan terlebih lagi jika dilakukan bersama orang yang dicintainya.
  • Optimis akan Kemampuan terhadap Matematika
Banyak orangtua yang merasa tidak percaya diri terhadap kemampuan Matematikanya, bahkan mungkin ada yang merasa takut akan kemampuan yang minimal tersebut. Tapi anda harus ingat bahwa perasaan tidak pede dan takut pada pelajaran Matematika jangan pula diwariskan pada anak Anda. Karena yang terpenting dalam menumbuhkan rasa cinta anak pada Matematika adalah terbiasanya anak menemukan konsep Matematika melalui permainan dalam situasi yang santai didalam rumah dengan orang-orang terdekatnya.

Jika seorang anak sering melihat orangtua menggunakan konsep Matematika, anak akan percaya bahwa Matematika berguna bagi kehidupan sehari-hari. Anak secara bertahap akan menangkap pemahaman bahwa peggunaan Matematika ternyata bisa digunakan untuk pengaturan jadwal kereta api, pesawat terbang atau bus.

Jangan pernah minder jika kemampuan kita kurang dari anak kita. Tugas Anda sebagai orangtua hanyalah memberikan dan mempersiapkan anak untuk memiliki pengalaman belajar Matematika dengan baik. 
  • Bersabar pada Mood Anak
Jika anak menolak untuk belajar, carilah kesempatan lain atau biarkan saja sementara waktu. Cobalah untuk melihat dimana minat anak, ikuti dan masukan konsep Matematika diwaktu yang tepat. 
  • Belajar Memahami Makna
Mengajari anak belajar Matematika ternyata bukan sekedar mengenal angka dan menghapalnya, namun bagaimana anak memahami makna bermatematika. Konsekwensinya, orangtua harus memberi kesempatan anak untuk bereksplorasi, observasi dalam keadaan rileks dan tidak terburu-buru. 
  • Anggaplah Permainan Mereka sebagai Pekerjaan Serius
Bagi orang dewasa permainan anak-anak akan dianggap sepele, tetapi tidak bagi anak. Bermain bagi mereka sama dengan bekerja bagi orang dewasa. Banyak hal yang akan diperoleh dari bermain diantaranya adalah konsep coba dan salah tanpa resiko. Misalnya ketika dia membangun balok kemudian baloknya roboh dan dia membangun lagi berulang-ulang, maka anak akan menemukan konsep yang benar-benar dia pahami dan diingatnya seumur hidup dari permainan yang pernah dilakukannya.

Pada kenyataannya, banyak orangtua yang menganggu ketika anaknya bermain, memberi macam-macam komentar sehingga akan menghentikan aktifitasnya.
  • Berilah Pujian di Waktu yang Tepat
Memang benar jika pujian akan membangun harga diri anak dan akan menjadikannya lebih berharga. Tapi penggunaan pujian yang salah akan membuat anak kecanduan pujian. Anak akhirnya tidak belajar untuk kemajuan dirinya. Ia malahan nantinya akan belajar untuk menyenangkan orang lain atau dengan kata lain ingin dipuji.

Untuk itu sebagai orangtua Anda haru memberi pujian sesuai dengan usaha anak. Misalnya ketika anak pulang membawa nilai ulangan Matematika 10. Yang sebaiknya Anda ucapkan adalah “Luar Biasa..! kamu dapat nilai 10. Ini adalah hasil kerja keras belajarmu dan berlatih Matematika setiap malam” Hal ini lebih dianjurkan daripada perkataan: “Nah.., Ini nih baru anak Mama..! Nilainya 10, Hebat! Hebat!”.

Pada akhirnya semuanya memang dikembalikan pada orangtua tentang pola belajar yang benar untuk anak. Perlakukanlah mereka sesuai dengan keunikannya. Jika anak belum tertarik untuk mempelajari konsep Matematika, maka bersabarlah. Seiring dengan bertambahnya pengalaman, anak akan mulai banyak bertanya. Terimalah dan cintailah anak sebagaimana dirinya. Sering-seringlah mengucapkan "I love you just the way you are....!"