Tips Memaksimalkan Periode Intelektual Anak



Rumahayu.com - Dalam perkembangan umurnya, usia anak antara 6 sampai 12 tahun merupakan masa usia sekolah atau masa intelektual karena pada masa ini anak lebih mudah dididik daripada masa sebelum dan sesudahnya. Pada masa ini pun anak-anak mengalami perkembangan pesat disemua aspek, baik fisik, mental maupun intelektual. 

Secara fisik, anak-anak dalam periode ini menjadi beranjak matang. Perkembangan motorik anak sudah dapat terkoordinasi dengan baik. Setiap gerakannya pun sudah selaras dengan kebutuhan atau minatnya. Oleh karena itu, usia ini merupakan masa ideal untuk melatih ketrampilan anak seperti menulis, menggambar, melukis, mengetik, bermain biola dan atletik serta kegiatan bermanfaat lainnya.

Secara mental anak-anak mulai belajar mengendalikan dan mengontrol ekspresi emosinya. Kemampuan ini diperoleh anak lewat peniruan dan pembiasaan. Secara intelektual pada usia ini anak sudah dapat mereaksi rangsangan intelektual atau melaksanakan tugas-tugas belajar yang menuntut kemampuan intelektual atau kognitif seperti halnya membaca, menulis, dan menghitung. Sebelum masa ini yaitu masa pra-sekolah, daya pikir anak masih bersifat imajinatif.

Kemampuan bahasa juga berkembang pesat. Seiring dengan perkembangan daya pikirnya, anak mampu berkomunikasi dengan bahasa yang baik. Periode usia sekolah dasar ini merupakan masa-masa berkembang pesatnya kemampuan mengenal dan menguasai perbendaharaan kata. Sebagian ahli linguistik bahkan menyebutkan bahwa masa ini merupakan periode emas untuk mempelajari bahasa asing selain bahasa ibunya.

Dalam beberapa kasus, anak-anak yang mau belajar bukan karena mereka terpaksa melakukannya tetapi karena mereka pun ingin belajar sesuatu dari yang tidak dimengerti menjadi hal yang bisa dimengerti. Jadi yang dibutuhkan seorang anak adalah bantuan dari orang dewasa disekitarnya, terutama orangtua dan guru di sekolah untuk mengoptimalkan pengetahuannya.

Ada banyak cara yang dapat dilakukan orangtua untuk mengoptimalkan kecerdasan anak, antara lain dengan memilihkan sekolah yang tepat, yang dapat memelihara dan mengoptimalkan potensi belajar anak sebagai fitrahnya, bukan dengan memandulkan potensi fitrah tersebut.

Dalam masa-masa ini memang peran orangtua sangat besar dalam mengoptimalkan kecerdasan intelektual anak. Setidaknya orangtua harus berfungsi sebagai fasilitator dan teman yang menyenangkan bagi anak dalam belajar. Orangtua harus menstimulus anak agar banyak bertanya, rajin membaca dan senang membuat penelitian sehingga mendapatkan hal-hal baru.