Cara Mudah Memahami Model Arsitektur Tumbuhan




Rumahayu.Com - Tahukah Anda bahwa tumbuhan atau tanaman masing-masing memiliki model atau bentuk arsitektur yang khas? Apabila kita perhatikan berbagai jenis tumbuhan seperti Pinang, Pepaya, Singkong, Kembang Merak, Bunga Tasbih dan lain sebagainya, ternyata mempunyai model atau bentuk arsitektur dan marfologi yang khas.

Model arsitektur tumbuhan merupakan suatu konsep abstrak dan hanya dapat dibuat nyata perwujudannya oleh seni arsitektur. Dan pada umumnya model arsitektur dapat dilihat dengan nyata pada tumbuhan muda sampai timbul bunga. 

Berdasarkan perkembangannya, dalam ilmu arsitektur tumbuhan sampai saat ini paling tidak telah dikenal kurang lebih 24 model arsitektur tumbuhan. Pemberian nama model arsitektur tumbuhan ini adalah berdasarkan para ahli botani yang telah mengerjakan penelitian marfologi pada berbagai jenis tumbuhan. 

Pengenalan model-model arsitektur tumbuhan ini memiliki berbagai macam manfaat, antara lain dalam merencanakan pola pengaturan tata ruang, dalam menyusun pertamanan atau pekarangan rumah Anda. Dengan mengenal model ini, dapat diketahui bentuk tajuk, perakaran dan sebagainya, sehingga dapat direncanakan suatu komposisi yang artistik.

Bahkan pada pekarangan pedesaan, dengan mengkombinasikan berbagai model arsitektur tumbuhan dengan sifat fisiologinya masing-masing, kepekaan terhadap cahaya, dapat direncanakan suatu pengisian tata ruang yang efisien tanpa merugikan produktifitasnya.

Disamping itu pengetahuan model arsitektur tumbuhan penting pula dalam menganalisa vegetasi dengan lebih dinamik, melihat perkembangan suatu vegetasi dan responnya terhadap lingkungannya.

Berikut contoh model arsitektur tumbuhan:

1. Model Corner

Model atau bentuk arsitektur Corner berbatang tunggal, tidak mempunyai percabangan, karangan bunga terletak dibagian pinggir (axilaris). Setelah timbul karangan bunga, tetap tidak menghambat pertumbuhan vegetatifnya. Pertumbuhan vegetatif akan terus maksimal. Contoh tanaman dengan model arsitektur Corner antara lain: Pepaya (Carica papaya L.), dan Pinang (Areca catechu L.)

2. Model Leeuwenberg

Model ini mempunyai percabangan bentuk payung, karangan bunga umumnya terletak dibagian ujung. Bila telah muncul karangan bunga, pada bagian bawahnya timbul tangkai percabangan berbentuk payung. Begitulah sistem percabangan seterusnya. Contoh tumbuhan dengan model ini adalah Singkong (Manihot esculenta Cranzt) dan Singkong karet (Manihot glaziovii M.A)

3. Model Roux

Pada model ini, batang tumbuhan memiliki percabangan dengan bentuk yang indah. Karangan bunganya terletak dibagian lateral. Contoh tumbuhan yang termasuk model Roux adalah Kopi (Coffea canephora)

4. Model Tomlinson

Gambaran umum model arsitektur ini bisa dilihat dari dasar percabangannya. Karangan bunganya bisa dibagian ujung (terminal) atau pinggir (axilaris). Bila telah timbul bunga, percabangan tidak mati. Contoh jenis tanaman ini adalah Lengkuas (Langua galanga) dan bunga Tasbih (Canna hybrida)

5. Model Troll

Dimodel ini, susunan axis batang tumbuh vertikal, sedangkan cabang terakhir kearah horizontal. Contoh tanaman model Troll ini adalah Kibesi Lorek (Pedilanthus tythymaloides).

6. Model Champagnat

Bentuk umum model Champagnat, daunnya menempel pada cabang (axis) dari berbagai arah/ tidak berpasangan pada dua arah. Contoh tumbuhan model ini adalah Kembang Merak (Caesalpinia Pulcherrima)

Demikian contoh dan pemaparan mengenai Model Arsitektur Tanaman. Semoga menjadi informasi bagi Anda yang mencari tambahan informasi seputar pernik rumah dalam memilih tanaman sebagai pelengkap hiasan rumah.