Memacu Prestasi Anak dengan Mind Mapping



Metode Pemetaan Pikiran untuk Anak (Mind Mapping) - Bukan hal aneh pikiran anak-anak sering melayang-layang kesana kemari saat guru sedang menerangkan pelajaran. Mereka lebih suka membayangkan lagu kesukaan atau games terbaru daripada meteri pelajaran. Celakanya lagi, saat ujian mereka seringkali lupa dengan materi yang sudah dipelajari sebelumnya. Dan kejadian ini kerap terjadi pada anak-anak dalam proses menuntut ilmu di rumah maupun di sekolah. Padahal ada cara jitu yang bisa diadopsi para pengajar atau orang tua agar proses pembelajaran anak untuk menyerap pelajaran dengan mudah. Metode itu dinamakan pemetaan pikiran atau familier juga disebut mind mapping.

Contoh Gambar Mind Mapping 1
Peta pikiran atau pemetaan pikiran (mind mapping) merupakan suatu metode pencatatan yang kreatif, efektif dan membantu memetakan pikiran secara mudah dan menarik dengan tujuan menajamkan ingatan. Metode mind mapping ini memanfaatkan kedua belah otak yaitu otak kiri dan otak kanan. Dengan demikian proses untuk mengingat (remembering) dan memanggil kembali (recalling) akan jauh lebih mudah. Dalam hal ini peta pikiran merupakan cara termudah menempatkan informasi kedalam otak dan mengambil informasi tersebut ketika dibutuhkan.

Pemetaan pikiran menurut ahli psikologi, dapat membantu anak mengingat informasi secara efektif dan efisien, sekalipun dalam tekanan; membuat anak cepat menguasai sebuah buku pelajaran dengan mengorganisir dan memetakan kata-kata kunci dari buku tersebut; membantu anak menghemat waktu dalam membuat catatan. Hal ini karena mind mapping hanya menggunakan kata-kata yang mengandung informasi yang diperlukan untuk memahami suatu teks atau naskah. Dan membentuk pemahaman anak secara lebih mendalam. Metode ini jauh lebih berguna jika dibandingkan dengan metode mencatat biasa karena mind mapping tidak hanya menunjukan fakta-fakta tetapi juga hubungan antara fakta-fakta tersebut sehingga pemahaman mengenai suatu obyek akan lebih mendalam.


Contoh Gambar Mind Mapping 2


Pemetaan pikiran (mind mapping) juga lebih menyenangkan untuk dilihat, dicerna dan diingat ketimbang cara belajar lain. Selain itu peta pikiran juga bisa membantu anak lebih fokus kepada pokok bahasan; menunjukkan hubungan antara bagian-bagian informasi yang saling terpisah; memberi gambaran keseluruhan secara jelas dan terperinci serta memusatkan perhatian pada pokok bahasan yang membantu anak dalam mengalihkan suatu informasi dari ingatan jangka pendek (short term memory) ke ingatan jangka panjang (long term memory). Dengan begitu, anak akan lebih mudah mengingat sesuatu dan melakukan brainstorming.

Dua hal penting yang perlu diperhatikan dalam mind mapping adalah imajinasi dan asosiasi. Imajiinasi akan membantu mengingat karena akan membuat segala sesuatu lebih menarik yaitu dengan memberikan warna gambar, melebih-lebihkan sesuatu dengan humor serta melibatkan kelima indra anak. Sedangkan asosiasi merupakan cara anak menghubung-hubungkan apa yang sudah diketahui dengan memberikan cabang-cabang dari kata kunci pada gambar. Dengan metode asosiasi ini membuat mind mapping menjadi lebih menyenangkan dan mudah, sekaligus memberi kesempatan dan menyegarkan kembali imajinasi anak.

Contoh Mind Mapping 3
Sebagai penutup, bila Anda ingin menggunakan contoh dari metode mind mapping ini, Anda bisa mencobanya dengan melakukan 7 langkah. Langkah-langkah tersebut adalah:
  • Mulai dari kertas kosong
  • Gunakan gambar (simbol) untuk ide utama
  • Gunakan berbagai ragam warna, hubungkan cabang-cabang utama ke gambar pusat
  • Buatlah ranting-ranting yang berhubungan ke cabang dan seterusnya
  • Buat garis hubung yang melengkung
  • Gunakan satu kata kunci untuk setiap baris
  • Gunakanlah gambar
Faktor Pendukung Peta Pikiran:
  • Lakukanlah istirahat ringan selama 5 sampai 10 menit setelah 45 menit belajar atau beraktifitas. Anda bisa mengajak anak-anak menghirup udara segar, keluar ruangan atau melakukan hal lain untuk mengalihkan pikiran dari apa yang sedang dikerjakan. Ketika kembali, otak akan merasa segar kembali dan timbul keinginan untuk belajar lagi. Saat inilah ide-ide terbaik acapkali muncul.
  • Gunakan imajinasi untuk membangun konsentrasi.
  • Mengulang secara teratur informasi yang telah diperoleh agar masuk ke ingatan jangka panjang, minimal 5 kali pengulangan.
  • Lakukan senam otak atau gerakan-gerakan yang bisa mengaktifkan otak kanan dan otak kiri agar makin terintegrasi dan bekerja dengan seimbang.