5 Manfaat dan 7 Cara Mengolah Daun Kelor




Manfaat Daun Kelor dan Cara Pengolahannya - Dari dulu daun kelor sudah dianggap sebagai tanaman ajaib yang dapat digunakan sebagai obat herbal segala penyakit. Kandungan vitamin C daun kelor lebih banyak dari sayur maupun buah lainnya. Selain itu, kandungan vitamin A dan potasium dalam daun kelor sangat tinggi. Tidak heran jika daun kelor dianggap sebagai tanaman ajaib yang sangat bagus untuk tubuh.

Kandungan-kandungan dalam daun kelor ini membuat daun kelor mempunyai banyak sekali manfaat. Manfaat daun kelor bagi tubuh sangat banyak, mulai dari mengobati penyakit dalam sampai penyakit luar. Berikut beberapa manfaat yang bisa diambil dari daun kelor.

1. Menyehatkan Kulit

Daun kelor mengandung vitamin C dan juga antioksidan yang sangat tinggi, kedua zat ini sangat baik untuk kesehatan kulit. Daun kelor yang dijadikan sebagai sayur dan dikonsumsi secara rutin dapat menghaluskan kulit dan mencegah timbulnya jerawat. Daun kelor yang ditumbuk juga bisa dijadikan sebagai masker wajah yang bisa membuat kulit wajah semakin halus dan cantik.

2. Mengatasi Diabetes

Salah satu manfaat daun kelor yaitu dapat mengatasi diabetes. Manfaat daun kelor untuk diabetes dapat mengurangi kadar gula dalam darah. Daun kelor dapat dijadikan sebagai insulin alami untuk mengatasi diabetes. Makan sayur daun kelor juga dapat mencegah penyakit gula darah atau diabetes.

3. Menyehatkan Mata

Daun kelor juga banyak mengandung vitamin A yang sangat baik untuk mata. Mengkonsumsi daun kelor dapat membuat mata selalu dalam keadaan sehat dan jernih. Daun kelor juga bisa menyembuhkan penyakit mata, caranya bisa dimakan langsung ataupun air rebusan daun kelor dibasuhkan pada mata yang sakit setiap hari sampai sembuh.

4. Mencegah Kanker

Antioksidan dalam daun kelor sangat tinggi, selain itu daun kelor mengandung potasium yang banyak. Salah satu manfaat dari daun kelor yaitu dapat mencegah kanker. Manfaat daun kelor untuk kanker yaitu dapat memperlambat bahkan menghentikan dan menghilangkan kanker yang ada dalam tubuh.

5. Mengobati Rematik

Daun kelor juga sangat baik untuk mengobati rematik. Manfaat daun kelor untuk pengobatan rematik dapat mengurangi rasa sakit pada sendi dan dapat mengurangi penumpukan asam urat pada sendi sehingga dapat menyembuhkan rematik atau asam urat.


Setelah mengetahui ragam manfaat daun kelor diatas, ada baiknya Anda juga mengetahui cara pengolahannya sehingga jika Anda membutuhkannya sewaktu-waktu, Anda bisa mengolah sendiri dirumah.

1. Untuk Rematik, Nyeri dan Pegal Linu.

Tumbuk halus dua gagang daun kelor dan setengah sendok makan kapur sirih lalu gosok ke bagian tubuh yang sakit sebagai param.

2. Untuk Sakit Mata.

Tumbuk halus tiga gagang daun kelor dan diberi air satu gelas, aduk sampai merata, diamkan sampai ampasnya mengendap dan gunakan airnya sebagai tetes mata.

3. Untuk Cacingan.

Rebus tiga gagang daun kelor, satu gagang daun cabai, 1-2 batang meniran dengan dua gelas air sampai mendidih hingga tinggal satu gelas, saring rebusan air tersebut dan diminum rutin setiap hari.

4. Untuk Alergi.

Rebus tiga gagang daun kelor, satu siung bawang merah, adas pulasari secukupnya tambahkan tiga gelas air sampai mendidih hingga tinggal dua gelas, kemudian disaring dan minum rutin setiap hari.

5. Untuk Herpes, Kurap dan Luka Bernanah.

Tujuh gagang daun kelor ditumbuk sampai halus dan tempelkan ke bagian yang luka sebagai obat luar.

6. Untuk Menghilangkan Flek Wajah.

Pilih beberapa lembar daun kelor yang masih muda, ditumbuk sehalus mungkin dan gunakan sebagai bedak atau dicampur dengan bedak.

7. Untuk Penghancur Batu Ginjal.

Daun kelor dibuat sayur bening, dimakan rutin setiap hari selama kurang lebih satu bulan, batu ginjal akan luruh dan keluar bersama air kencing.


Daun Kelor juga terbukti dapat mengobati demam, membangun kembali tulang yang lemah, mengatasi kekurangan darah, membantu menurunkan kadar gula dalam darah dan membantu memenuhi gizi yang kurang, namun yang perlu diwaspadai adalah adanya penelitian yang menyebutkan bahwa ekstrak daun kelor dapat menyebabkan kerusakan hati, ginjal dan pembentukan sperma ketika dosis melebihi 1000 Mg/kg BB.